Selasa, 19 Februari 2013


بــــســـم الله الــــرحــمـن الــــرحــــيـم

Journey of "Before of Journey"

Alhamdulillah, akhirnya aku ingin melanjutkan bercerita di blogku yang tercinta. Kali ini aku akan  bercerita tentang pengalamanku selama mendaki gunung dempo. Gunung dempo ini memiliki puncak tertinggi 3189 mdpl, medan yang cukup sulit dan terjal, serta memiliki puncak dengan kawah yang indah.

Mendaki gunung adalah mimpiku yang sangat ingin kucapai dari aku duduk di bangku tsanawiyah, namun baru sekarang aku mampu mewujudkannya. Ditambah lagi setelah aku menonton film 5 cm ambisiku untuk mendaki gunung makin menggebu-gebu.

Cerita ini dimulai pada awal blok 5, aku, bazli, yudi, ari, pipit, ismel, dita, rani, dan ica ingin merencanakan libur semester. Aku mengajak mereka untuk pergi jalan-jalan ke suatu daerah dengan pemandangan yang indah dengan gaya iseng, aku menawarkan mereka untuk mendaki gunung dempo, tetapi secara spontan mereka menjawab tidak, ditambah lagi dengan keputusan UPK yang memberi libur mahasiswa pdu 2012 hanya 3 hari (jum’at, sabtu, dan minggu). Aku sangat kecewa L

Namun, impianku seolah-olah datang kepadaku sambil berbisik “kamu bisa mewujudkannya” begitu kiranya gejolak di dalam hatiku. Setelah itu, datanglah seorang malaikat pengabul mimpi, dibilang seorang wanita sifat dan karakternya tidak seperti wanita biasanya, tetapi dibilang seorang pria dirinya terlalu cantik dan feminim, dialah KAMILA. Kamila Auliya cewek yang banyak dibilang kayak cowok. Tidak sengaja aku menawarkan untuk mendaki gunung kepadanya, eh.. dia langsung menyetujui dan sepakat dengan mendaki gunung di libur yang sempit itu. Awalnya sempat kecewa karena waktu libur yang sempit namun kamila seakan-akan memberiku semangat dan optimisme yang tinggi bahwa kita bisa mencapai puncak dengan keinginan dan tekad yang kuat.

Sebelum memulai pertualanganku, aku dan kamila mencari anggota terlebih dahulu. Awalnya terkumpul 9 orang termasuk aku dan kamila, mereka adalah rafiqy, rahman, deni, efty, intan, wahyu, dan alex. Namun, tinggal beberapa minggu lagi alex mengundurkan diri karena ada urusan yang lebih penting. Ya.. akhirnya kami Cuma berdelapan.

Hari semakin dekat dengan libur semester, tetapi aku semakin tidak tahu harus berbuat apa, untunglah efty membawa kabar gembira karena adik kelasnya di SMA dulu, rozi, baru turun dari gunung dempo. Nah, dari rozi inilah kami kenal dengan kak zahri yang misterius. Dan kak zahri lah yang nantinya akan membantu dan mendampingi perjalanan kami selama di gunung dempo.

Kami tidak asal-asalan loh untuk mendaki gunung, kami juga melakukan persiapan terutama persiapan fisik. Latihan fisik pertama dilakukan pada tanggal 24 januari 2013, aku minta agar latihan fisik pertama ini cuma jalan kaki sambil membawa beban di punggung dari KM 3,5 sampai Kambang Iwak. Namun, Kamila gak setuju, dia lebih setuju jogging aja, akhirnya kami pun jogging ke Kambang Iwak tetapi hanya aku yang masih jogging dengan membawa beban L. Latihan  fisik kedua kami jogging ke jakabaring pada tanggal 2 februari 2013, niat awal mau dari KM 3,5 loh, tapi banyak yang gak setuju akhirnya dari masjid agung. Di latihan fisik kedua, aku kagum sama Kamila, cewek satu ini, punya stamina yang labil dan mampu mengontrol kapan staminanya harus dikeluarkan. Aku juga salut loh sama efty, walaupun pagi itu dia lagi bermasalah dengan perutnya tetapi dia sampai juga di jakabaring, setelah itu langsung merengek ke kamila untuk mencari WC :D.

Aku skip aja ya, langsung di malam keberangkatan ke pagar alam.

OSPE terakhir pun selesai, kami langsung siap-siap berangkat ke pagar alam. Sebelum berangkat Ayah meninggalkan nasehat pada kami semua untuk berhati-hati walaupun sebelumnya kami dicurigai berpasang-pasangan L. Akhirnya berangkat dengan sempit-sempitan di travel, bayangin aja, 4 cewek di tengah, 3 cowok di belakang, dan aku selalu terhimpit. Yang paling mengesalkan selama perjalanan adalah supirnya yang ngantuk-ngantuk sehingga perjalanan yang harusnya 7 jam menjadi 10 jam -_-



Kedatangan kami disambut senyuman di pagar alam, matahari yang cerah dengan senyum indah menyapa kami yang baru turun dari mobil, silau mentari pagi hangat namun sejuk suasana pegunungan pagar alam membuat kami bergairah dan kembali segar terhilangkan lelah 10 jam perjalanan. Betul-betul suasana yang indah, seolah alamnya berkata kepada kami “SELAMAT DATANG”.



Dengan mengikuti langkah anak pagar alam yang tak lama merantau, akhirnya kami tiba di kediaman Efty dan disambut oleh kedua orang tuanya dan adiknya yang baru saja ditinggal Efty dalam perantauan. Aku dan Kamila tersenyum, akhirnya impian yang kami rintis bersama akan segera terwujud. Pagi ini kedatangan kami disambut oleh segelas teh hangat dan gorengan yang nikmat. Beberapa saat, tibalah Rozi di rumah Efty Barulah selang beberapa jam kak zahri tiba di rumah Efty.

Bersambung dulu ya !
  

1 komentar: