بــــســـم الله الــــرحــمـن الــــرحــــيـم
Journey of "Before of Journey"
Alhamdulillah, akhirnya aku ingin melanjutkan bercerita di
blogku yang tercinta. Kali ini aku akan bercerita tentang
pengalamanku selama mendaki gunung dempo. Gunung dempo ini memiliki puncak
tertinggi 3189 mdpl, medan yang cukup sulit dan terjal, serta memiliki puncak
dengan kawah yang indah.
Mendaki gunung adalah mimpiku yang sangat ingin kucapai dari
aku duduk di bangku tsanawiyah, namun baru sekarang aku mampu mewujudkannya.
Ditambah lagi setelah aku menonton film 5 cm ambisiku untuk mendaki gunung
makin menggebu-gebu.
Cerita ini dimulai pada awal blok 5, aku, bazli, yudi, ari,
pipit, ismel, dita, rani, dan ica ingin merencanakan libur semester. Aku
mengajak mereka untuk pergi jalan-jalan ke suatu daerah dengan pemandangan yang
indah dengan gaya iseng, aku
menawarkan mereka untuk mendaki gunung dempo, tetapi secara spontan mereka
menjawab tidak, ditambah lagi dengan keputusan UPK yang memberi libur mahasiswa
pdu 2012 hanya 3 hari (jum’at, sabtu, dan minggu). Aku sangat kecewa L
Namun, impianku seolah-olah datang kepadaku sambil berbisik
“kamu bisa mewujudkannya” begitu kiranya gejolak di dalam hatiku. Setelah itu,
datanglah seorang malaikat pengabul mimpi, dibilang seorang wanita sifat dan
karakternya tidak seperti wanita biasanya, tetapi dibilang seorang pria dirinya
terlalu cantik dan feminim, dialah
KAMILA. Kamila Auliya cewek yang banyak dibilang kayak cowok. Tidak sengaja aku
menawarkan untuk mendaki gunung kepadanya, eh.. dia langsung menyetujui dan
sepakat dengan mendaki gunung di libur yang sempit itu. Awalnya sempat kecewa
karena waktu libur yang sempit namun kamila seakan-akan memberiku semangat dan
optimisme yang tinggi bahwa kita bisa mencapai puncak dengan keinginan dan
tekad yang kuat.
Sebelum memulai
pertualanganku, aku dan kamila mencari anggota terlebih dahulu. Awalnya
terkumpul 9 orang termasuk aku dan kamila, mereka adalah rafiqy, rahman, deni,
efty, intan, wahyu, dan alex. Namun, tinggal beberapa minggu lagi alex
mengundurkan diri karena ada urusan yang lebih penting. Ya.. akhirnya kami Cuma
berdelapan.
Hari semakin
dekat dengan libur semester, tetapi aku semakin tidak tahu harus berbuat apa,
untunglah efty membawa kabar gembira karena adik kelasnya di SMA dulu, rozi,
baru turun dari gunung dempo. Nah, dari rozi inilah kami kenal dengan kak zahri
yang misterius. Dan kak zahri lah yang nantinya akan membantu dan mendampingi
perjalanan kami selama di gunung dempo.
Kami tidak
asal-asalan loh untuk mendaki gunung, kami juga melakukan persiapan terutama
persiapan fisik. Latihan fisik pertama dilakukan pada tanggal 24 januari 2013,
aku minta agar latihan fisik pertama ini cuma jalan kaki sambil membawa beban di
punggung dari KM 3,5 sampai Kambang Iwak. Namun, Kamila gak setuju, dia lebih
setuju jogging aja, akhirnya kami pun jogging ke Kambang Iwak tetapi hanya aku
yang masih jogging dengan membawa beban L. Latihan
fisik kedua kami jogging ke jakabaring pada tanggal 2 februari 2013,
niat awal mau dari KM 3,5 loh, tapi banyak yang gak setuju akhirnya dari masjid
agung. Di latihan fisik kedua, aku kagum sama Kamila, cewek satu ini, punya
stamina yang labil dan mampu mengontrol kapan staminanya harus dikeluarkan. Aku
juga salut loh sama efty, walaupun pagi itu dia lagi bermasalah dengan perutnya
tetapi dia sampai juga di jakabaring, setelah itu langsung merengek ke kamila
untuk mencari WC :D.
Aku skip aja ya,
langsung di malam keberangkatan ke pagar alam.
OSPE terakhir pun
selesai, kami langsung siap-siap berangkat ke pagar alam. Sebelum berangkat
Ayah meninggalkan nasehat pada kami semua untuk berhati-hati walaupun
sebelumnya kami dicurigai berpasang-pasangan L. Akhirnya berangkat dengan
sempit-sempitan di travel, bayangin aja, 4 cewek di tengah, 3 cowok di
belakang, dan aku selalu terhimpit. Yang paling mengesalkan selama perjalanan
adalah supirnya yang ngantuk-ngantuk sehingga perjalanan yang harusnya 7 jam
menjadi 10 jam -_-
Kedatangan kami
disambut senyuman di pagar alam, matahari yang cerah dengan senyum indah
menyapa kami yang baru turun dari mobil, silau mentari pagi hangat namun sejuk
suasana pegunungan pagar alam membuat kami bergairah dan kembali segar
terhilangkan lelah 10 jam perjalanan. Betul-betul suasana yang indah, seolah
alamnya berkata kepada kami “SELAMAT DATANG”.
Dengan mengikuti
langkah anak pagar alam yang tak lama merantau, akhirnya kami tiba di kediaman
Efty dan disambut oleh kedua orang tuanya dan adiknya yang baru saja ditinggal
Efty dalam perantauan. Aku dan Kamila tersenyum, akhirnya impian yang kami
rintis bersama akan segera terwujud. Pagi ini kedatangan kami disambut oleh
segelas teh hangat dan gorengan yang nikmat. Beberapa saat, tibalah Rozi di
rumah Efty Barulah selang beberapa jam kak zahri tiba di rumah Efty.
Bersambung dulu ya !


Apa ini, Aqil....=="
BalasHapus