Selasa, 16 Juli 2013

2.82

"Sudah menjadi resiko. Salah sendiri kenapa mau memilih ini?" kata-kata itulah yang selalu terlintas di benakku saat aku merasa diriku telah gagal dalam mencapai impian.
Ini adalah sedikit coretan tentang masaku di kehidupan baruku. Aku saat ini kuliah di jurusan kedokteran umum di sebuah institusi negeri. Kedokteran ? hal yang tak pernah terpikirkan olehku untuk menuju ke jurusan itu atau pun profesi itu. "Lain masa lain pula cerita, lain usia lain pula usaha" itu mungkin yang dapat aku gambarkan tentang jalan hidup yang ku tempuh. Sudahlah, lupakan saja. Aku saat ini akan bercerita tentang kehidupan baruku. Kehidupanku di kedokteran.
Awal september, tepatnya tanggal 4 september, aku datang ke kampus dengan almamater kebanggaan dengan harapan akan menggapai impian menjadi orang sukses. Hari itu adalah hari pertama PKK, aku berjalan dari kosanku pagi-pagi sekali, menggunakan baju kemeja putih celana hitam  bagaikan sales yang masuk ke pintu-pintu rumah untuk menawarkan barang dagangannya. Jaket almamater tak lupa dan tas yang telah berisi 2 botol air minum kemasan 1,5 liter, roti untuk sarapan, name tag yang harus dibawa jangan sampai lupa kalau tak mau dimarahi. Kegiatan PKK ini berlangsung selama 3 hari, yang aku dapat, banyak sekali ilmunya tapi yang aku ingat, hanya ocehan dan amukan kemarahan senior karena kurangnya disiplin kami sebagai mahasiswa baru. Maklumlah pendidikan di negeri tercinta. 
Setelah selesai PKK aku secara resmi sudah menjadi mahasiswa. Di kedokteran pendidikannya menggunakan sistem blok. Dan setiap blok mempunyai bobot SKS masing-masing. Dari situlah indeks prestasi dinilai. Di tempatku, aku harus menyelesaikan 33 blok untuk menjadi sarjana kedokteran. Untuk awal blok masih mudah katanya, masih ada kaitannya dengan pelajaran SMA. Blok 1 aja belajarnya tentang komunikasi dan teknologi informasi. Tapi, kalau udah di blok atas, sulit sekali untuk mendapatkan nilai B.
"Bagaikan kuda yang berada di tengah kawanan rusa" itulah yang aku rasakan. Aku yang nilai ujian biologi selalu 7 dari SMP harus berhadapan dengan biologi sepanjang kuliah. Berat, tapi aku takkan pernah menyerah. Melewati blok 1 aku tersenyum, awal yang indah untuk memulai kuliah kedokteran dengan nilai B. Setelah semua berlanjut sampai habis semester awal aku mendapatkan nilai fantastis, wabah nilai rantai karbon tak beranjak pergi dari Kajian Hasil Studi yang aku raih. Mengenaskan, tapi itulah kenyataan. Aku selalu merasa bisa tanpa melakukan usaha, saat ini aku baru merasakan bahwa itulah hasil yang aku dapat tanpa usaha. dengan nilai yang mengenaskan tertulis angka 2.82 di atas kertas kajian hasil studi yang aku punya. Tapi bagaimanapun juga itu harusnya aku syukuri, dan akan lebih giat lagi.

Rabu, 06 Maret 2013

-?!*

-?!*
Oleh : Maulana Aqil Mubarak
kawan, tahukah kau makna simbol ini  -?!*  ?
mungkinkah itu rasa yang telah hilang tersapu senja
mentari yang gagah hilang tinggal lemahnya
menyusuri seluk beluk palung, tapi tersesat jua
meraih bintang, jatuh terpuruk, terbawah, tak muncul wujudnya
resah, gelisah, tapi bahagia, tersenyum bangga, 
esok kan datang kan ? 
kanan kiri terus terbedakan arah, 
pusing, galau, tak sanggup pikul dunia.

bangga ? tidak juga.

bingung, kawan ? tidak juga 

-?!* 
apa daya pikiran yang telah hilang masinisnya
nahkoda kehidupan menuntun jiwa menghilang rasa yang telah pergi

kawan, 
aku bertanya  -?!* 
tak dapat kau balikkan arah kembali ?
rasaku tak tahu kemana sembunyi, menyingit, hilang, dan terus pergi
jatuh, jatuh, terus kuulangi sampai lima puluh kali
mengapa aku takut kehilangan ?
kalau punyaku, pasti kembali. 
tak peduli dimana, apa, sama siapa, kalo memang punyaku. KEMBALI

Kasihan kawan, tombak trisula menusuk tajam.
tapi mengapa ? 
tak dapat kembali ?
api membakar, menghabiskan seluruh armada,
armada rasa hati kesal, gelisah bergerilya menyerang dan menduduki ibu kota jiwa
emosi izin pergi tuk tinggalkan tempat ini, rasa tak tahu, masihkah ?
punyaku harusnya kembali.
KEMBALI. 

PERGI  -?!*  !

HILANG  -?!*  !


Selasa, 19 Februari 2013


بــــســـم الله الــــرحــمـن الــــرحــــيـم

Journey of "Before of Journey"

Alhamdulillah, akhirnya aku ingin melanjutkan bercerita di blogku yang tercinta. Kali ini aku akan  bercerita tentang pengalamanku selama mendaki gunung dempo. Gunung dempo ini memiliki puncak tertinggi 3189 mdpl, medan yang cukup sulit dan terjal, serta memiliki puncak dengan kawah yang indah.

Mendaki gunung adalah mimpiku yang sangat ingin kucapai dari aku duduk di bangku tsanawiyah, namun baru sekarang aku mampu mewujudkannya. Ditambah lagi setelah aku menonton film 5 cm ambisiku untuk mendaki gunung makin menggebu-gebu.

Cerita ini dimulai pada awal blok 5, aku, bazli, yudi, ari, pipit, ismel, dita, rani, dan ica ingin merencanakan libur semester. Aku mengajak mereka untuk pergi jalan-jalan ke suatu daerah dengan pemandangan yang indah dengan gaya iseng, aku menawarkan mereka untuk mendaki gunung dempo, tetapi secara spontan mereka menjawab tidak, ditambah lagi dengan keputusan UPK yang memberi libur mahasiswa pdu 2012 hanya 3 hari (jum’at, sabtu, dan minggu). Aku sangat kecewa L

Namun, impianku seolah-olah datang kepadaku sambil berbisik “kamu bisa mewujudkannya” begitu kiranya gejolak di dalam hatiku. Setelah itu, datanglah seorang malaikat pengabul mimpi, dibilang seorang wanita sifat dan karakternya tidak seperti wanita biasanya, tetapi dibilang seorang pria dirinya terlalu cantik dan feminim, dialah KAMILA. Kamila Auliya cewek yang banyak dibilang kayak cowok. Tidak sengaja aku menawarkan untuk mendaki gunung kepadanya, eh.. dia langsung menyetujui dan sepakat dengan mendaki gunung di libur yang sempit itu. Awalnya sempat kecewa karena waktu libur yang sempit namun kamila seakan-akan memberiku semangat dan optimisme yang tinggi bahwa kita bisa mencapai puncak dengan keinginan dan tekad yang kuat.

Sebelum memulai pertualanganku, aku dan kamila mencari anggota terlebih dahulu. Awalnya terkumpul 9 orang termasuk aku dan kamila, mereka adalah rafiqy, rahman, deni, efty, intan, wahyu, dan alex. Namun, tinggal beberapa minggu lagi alex mengundurkan diri karena ada urusan yang lebih penting. Ya.. akhirnya kami Cuma berdelapan.

Hari semakin dekat dengan libur semester, tetapi aku semakin tidak tahu harus berbuat apa, untunglah efty membawa kabar gembira karena adik kelasnya di SMA dulu, rozi, baru turun dari gunung dempo. Nah, dari rozi inilah kami kenal dengan kak zahri yang misterius. Dan kak zahri lah yang nantinya akan membantu dan mendampingi perjalanan kami selama di gunung dempo.

Kami tidak asal-asalan loh untuk mendaki gunung, kami juga melakukan persiapan terutama persiapan fisik. Latihan fisik pertama dilakukan pada tanggal 24 januari 2013, aku minta agar latihan fisik pertama ini cuma jalan kaki sambil membawa beban di punggung dari KM 3,5 sampai Kambang Iwak. Namun, Kamila gak setuju, dia lebih setuju jogging aja, akhirnya kami pun jogging ke Kambang Iwak tetapi hanya aku yang masih jogging dengan membawa beban L. Latihan  fisik kedua kami jogging ke jakabaring pada tanggal 2 februari 2013, niat awal mau dari KM 3,5 loh, tapi banyak yang gak setuju akhirnya dari masjid agung. Di latihan fisik kedua, aku kagum sama Kamila, cewek satu ini, punya stamina yang labil dan mampu mengontrol kapan staminanya harus dikeluarkan. Aku juga salut loh sama efty, walaupun pagi itu dia lagi bermasalah dengan perutnya tetapi dia sampai juga di jakabaring, setelah itu langsung merengek ke kamila untuk mencari WC :D.

Aku skip aja ya, langsung di malam keberangkatan ke pagar alam.

OSPE terakhir pun selesai, kami langsung siap-siap berangkat ke pagar alam. Sebelum berangkat Ayah meninggalkan nasehat pada kami semua untuk berhati-hati walaupun sebelumnya kami dicurigai berpasang-pasangan L. Akhirnya berangkat dengan sempit-sempitan di travel, bayangin aja, 4 cewek di tengah, 3 cowok di belakang, dan aku selalu terhimpit. Yang paling mengesalkan selama perjalanan adalah supirnya yang ngantuk-ngantuk sehingga perjalanan yang harusnya 7 jam menjadi 10 jam -_-



Kedatangan kami disambut senyuman di pagar alam, matahari yang cerah dengan senyum indah menyapa kami yang baru turun dari mobil, silau mentari pagi hangat namun sejuk suasana pegunungan pagar alam membuat kami bergairah dan kembali segar terhilangkan lelah 10 jam perjalanan. Betul-betul suasana yang indah, seolah alamnya berkata kepada kami “SELAMAT DATANG”.



Dengan mengikuti langkah anak pagar alam yang tak lama merantau, akhirnya kami tiba di kediaman Efty dan disambut oleh kedua orang tuanya dan adiknya yang baru saja ditinggal Efty dalam perantauan. Aku dan Kamila tersenyum, akhirnya impian yang kami rintis bersama akan segera terwujud. Pagi ini kedatangan kami disambut oleh segelas teh hangat dan gorengan yang nikmat. Beberapa saat, tibalah Rozi di rumah Efty Barulah selang beberapa jam kak zahri tiba di rumah Efty.

Bersambung dulu ya !
  

Jumat, 02 November 2012

Keinginan dan Kebutuhan

Keinginan adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri sendiri untuk dilakukan ataupun didapatkan, biasanya diikuti oleh emosi dan hawa nafsu. Sedangkan kebutuhan adalah sesuatu yang urgen, yang harus didapatkan atau dilakukan, dan biasanya sulit untuk disadari oleh setiap manusia.
Keinganan dan kebutuhan merupakan dua kata yang sangat sulit untuk dibedakan oleh kebanyakan orang. Banyak orang tahu mengenai apa itu kebutuhan ? apa itu keinginan ? Namun, tidak banyak yang bisa mengaplikasikannya. 
Saat ini aku sedang duduk di bangku kuliah, tepatnya di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Banyak yang bertanya kepadaku "kenapa harus FK, kamu kan dari dulu inginnya teknik ?" yap, tekniklah tujuan utamaku dari dulu. Tekniklah yang akan membangun masa depanku. Teknik jugalah yang memotivasi aku untuk lulus dan berusaha terus untuk belajar. Namun, terkadang keinginan tidak sejalan dengan kebutuhan. Aku sekarang di fakultas yang notabene jauh dari teknik, tidak belajar kalkulus, tidak mendalami fisika, jauh dari ilmu teknik. 
Teknik adalah fakultas yang sangat diinginkan, tetapi kedokteran adalah fakultas yang dibutuhkan. Maka dari itu, kita seharusnya dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian, tidak semua yang kita inginkan adalah yang kita butuhkan. Terkadang yang kita butuhkan bertolak belakang dengan apa yang kita inginkan. Janganlah menyalahkan Tuhan yang tidak mengabulkan keinginan, tetapi berterima kasihlah kepada Tuhan yang telah memberikan kebutuhan.

Jumat, 06 April 2012

About me


based on the tittle, I'll introduce my self as my first posting. My Name is Maulana Aqil Mubarak, you can call me with Aqil. My name has a good meaning. it's meaning is A leader who smart and bring bless. My Father gave its name to me. I was born in Jambi at February 21, 1995. I'm an eldest son in my family. I have two brothers and sister.


now, I'm a student in Cendikia State Islamic Senior High School Jambi, and I'll continue to Bandung Institute of Technology (AMIN). I want to be a scientist in physic or chemistry and get a NOBEL Prize. I have motto in my life, that is "Success is going from one failure to another failure".
And to my reader, I recommend to you this link, please read.
http://www.angelfire.com/mo/zuhdi/aqile.html 
http://www.angelfire.com/mo/zuhdi/aqil.html