"Sudah menjadi resiko. Salah sendiri kenapa mau memilih ini?" kata-kata itulah yang selalu terlintas di benakku saat aku merasa diriku telah gagal dalam mencapai impian.
Ini adalah sedikit coretan tentang masaku di kehidupan baruku. Aku saat ini kuliah di jurusan kedokteran umum di sebuah institusi negeri. Kedokteran ? hal yang tak pernah terpikirkan olehku untuk menuju ke jurusan itu atau pun profesi itu. "Lain masa lain pula cerita, lain usia lain pula usaha" itu mungkin yang dapat aku gambarkan tentang jalan hidup yang ku tempuh. Sudahlah, lupakan saja. Aku saat ini akan bercerita tentang kehidupan baruku. Kehidupanku di kedokteran.
Awal september, tepatnya tanggal 4 september, aku datang ke kampus dengan almamater kebanggaan dengan harapan akan menggapai impian menjadi orang sukses. Hari itu adalah hari pertama PKK, aku berjalan dari kosanku pagi-pagi sekali, menggunakan baju kemeja putih celana hitam bagaikan sales yang masuk ke pintu-pintu rumah untuk menawarkan barang dagangannya. Jaket almamater tak lupa dan tas yang telah berisi 2 botol air minum kemasan 1,5 liter, roti untuk sarapan, name tag yang harus dibawa jangan sampai lupa kalau tak mau dimarahi. Kegiatan PKK ini berlangsung selama 3 hari, yang aku dapat, banyak sekali ilmunya tapi yang aku ingat, hanya ocehan dan amukan kemarahan senior karena kurangnya disiplin kami sebagai mahasiswa baru. Maklumlah pendidikan di negeri tercinta.
Setelah selesai PKK aku secara resmi sudah menjadi mahasiswa. Di kedokteran pendidikannya menggunakan sistem blok. Dan setiap blok mempunyai bobot SKS masing-masing. Dari situlah indeks prestasi dinilai. Di tempatku, aku harus menyelesaikan 33 blok untuk menjadi sarjana kedokteran. Untuk awal blok masih mudah katanya, masih ada kaitannya dengan pelajaran SMA. Blok 1 aja belajarnya tentang komunikasi dan teknologi informasi. Tapi, kalau udah di blok atas, sulit sekali untuk mendapatkan nilai B.
"Bagaikan kuda yang berada di tengah kawanan rusa" itulah yang aku rasakan. Aku yang nilai ujian biologi selalu 7 dari SMP harus berhadapan dengan biologi sepanjang kuliah. Berat, tapi aku takkan pernah menyerah. Melewati blok 1 aku tersenyum, awal yang indah untuk memulai kuliah kedokteran dengan nilai B. Setelah semua berlanjut sampai habis semester awal aku mendapatkan nilai fantastis, wabah nilai rantai karbon tak beranjak pergi dari Kajian Hasil Studi yang aku raih. Mengenaskan, tapi itulah kenyataan. Aku selalu merasa bisa tanpa melakukan usaha, saat ini aku baru merasakan bahwa itulah hasil yang aku dapat tanpa usaha. dengan nilai yang mengenaskan tertulis angka 2.82 di atas kertas kajian hasil studi yang aku punya. Tapi bagaimanapun juga itu harusnya aku syukuri, dan akan lebih giat lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar